Showing posts with label Hadits Qudsi. Show all posts
Showing posts with label Hadits Qudsi. Show all posts

Wednesday, March 24, 2021

Published March 24, 2021 by with 0 comment

Peringatan Kelima


الْمَوْعِظَةُ الْخَامِسَةُ

Peringatan Kelima.

 

يَقُوْلُ اللهِ تَعَالى:

Allah ta‘ālā berfirman:

يَا بْنَ آدَمَ! لاَ تَكُنْ مِمَّنْ يَقْصُرُ التَّوْبَةَ وَ يُطَوِّلُ الأَمَلَ،

“Wahai anak-cucu Ādam! Jangan engkau menjadi orang yang suka menunda-nunda dalam bertobat, dan suka berangan-angan panjang,

وَ يَرْجُو الآخِرَةَ بِغَيْرِ عَمَلٍ،

Yang mengharapkan akhirat tanpa beramal,

يَقُوْلُ قَوْلَ الْعَابِدِيْنَ وَ يَعْمَلُ عَمَلَ الْمُنَافِقِيْنَ،

Berbicara seperti orang ahli ibadah, tapi beramal seperti orang munafik,

إِنْ أُعْطِيَ لَمْ يَقْنَعْ وَ إِنْ مُنِعَ لَمْ يَصْبِرْ،

Jika diberi (karunia) tidak bersahaja (tidak puas dengan apa adanya) dan jika tidak diberi, tidak mau bersabar,

يَأْمُرُ بِالْخَيْرِ وَ لاَ يَفْعَلُهُ وَ يَنْهى بِالشَّرِّ وَ لَمْ يَنْتَهِ عَنْهُ،

Mengajak orang lain berbuat baik, tapi ia sendiri tidak melakukannya, mencegah orang lain berbuat jahat, tapi malah ia sendiri tidak pernah berhenti darinya.

يُحِبُّ الصَّالِحِيْنَ وَ لَيْسَ مِنْهُمْ،

Mencintai orang-orang shālih (suka berbuat baik), namun ia bukan dari kalangan mereka (yang suka berbuat baik),

وَ يَبْغُضُ الْمُنَافِقِيْنَ وَ هُوَ مِنْهُمْ،

Membenci orang-orang munafik, padahal ia termasuk golongan mereka.

يَقُوْلُ مَا لاَ يَفْعَلُ،

Selalu mengatakan sesuatu yang tidak ia perbuat,

وَ يَفْعَلُ مَا لاَ يُؤْمَرُ،

Namun, melakukan apa yang tidak diperintahkan,

وَ يَسْتَوْفِيْ وَ لاَ يُوْفى،

Selalu meminta untuk ditepati, namun tidak pernah menepati janjinya,

يَا بْنَ آدَمَ! مَا مِنْ يَوْمٍ جَدِيْدٍ إِلاَّ وَ الأَرْضُ تُخَاطِبُكَ فِيْ قَوْلِهَا تَقُوْلُ لَكَ:

Wahai anak-cucu Ādam! Dalam setiap pergantian hari, bumi ini selalu bicara kepadamu:

يَا بْنَ آدَمَ! تَمْشِيْ عَلى ظَهْرِيْ،

Wahai anak-cucu Ādam! Engkau berjalan di atas punggungku,

ثُمَّ تُخْزَنُ فِيْ بَطْنِيْ،

Kemudian engkau (jenazahmu) akan disimpan di dalam perutku,

وَ تَأْكُلُ الشَّهَوَاتِ عَلى ظَهْرِيْ،

Engkau makan sesuka hatimu di atas punggungku,

وَ يَأْكُلُ الدُّوْدُ فِيْ بَطْنِيْ،

Namun, kelak kamu akan disantap cacing di dalam perutku,

يَا بْنَ آدَمَ! أَنَا بَيْتُ الْوَحْشَةِ،

Wahai anak-cucu Ādam! Aku adalah sarang binatang buas,

وَ أَنَا بَيْتُ الْمُسَاءَلَةِ،

Aku adalah sebuah kediaman di mana segala sesuatu akan dipertanggungjawabkan,

وَ أَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ

Aku adalah sebuah rumah yang sunyi (sendirian),

وَ أَنَا بَيْتُ الظُّلْمَةِ

Aku adalah sebuah rumah yang penuh kegelapan,

وَ أَنَا بَيْتُ الْحَيَاتِ وَ الْعَقَارِبِ

Dan aku adalah sarang ular dan kalajengking,

فَاعْمُرْنِيْ وَ لاَ تُخَرِّبْنِيْ

Karena itu, makmurkanlah (berbuat baiklah) dan janganlah engkau roboh diriku ini.

Read More
      edit

Tuesday, February 2, 2021

Published February 02, 2021 by with 0 comment

Peringatan Keempat


الْمَوعِظَةُ الرَّابِعَةُ

Peringatan Keempat

 

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالى: يَا بْنَ آدَمَ!

Allah ta‘ālā berfirman: “Wahai anak-cucu Ādam!

مَنْ أَصْبَحَ حَزِيْنًا عَلَى الدُّنْيَا،

Barangsiapa bersedih karena urusan duniawinya,

لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلاَّ بُعْدًا،

Maka ia hanya akan semakin jauh dari Allah,

وَ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ كَدًّا،

Dan semakin nestapa di dunia,

وَ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ جُهْدًا،

Serta menderita kesengsaraan di akhirat.

وَ أَلْزَمَ اللهُ تَعَالى قَلْبَهُ هَمًّا لاَ يَنْقَطِعُ عَنْهُ أَبَدًا،

Allah akan menjadikan hatinya senantiasa dirundung duka yang tidak pernah putus selamanya,

وَ شُغْلاً لاَ يَفْرَغُ عَنْهُ أَبَدًا،

Kesibukan yang tak pernah usai,

وَ فَقْرًا لاَ يَنَالُ غِنًى أَبَدًا،

Kemiskinan yang tidak dapat mencapai kecukupan selamanya,

وَ آمَالاً تَشْغَلُهُ أَبَدًا،

Angan-angan kosong yang senantiasa menyibukkannya,

يَا بْنَ آدَمَ! تَنْقُصُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عُمْرِكَ وَ أَنْتَ لاَ تَدْرِيْ،

Wahai anak-cucu Adam! Setiap hari usiamu kian berkurang, namun engkau tidak menyadarinya,

وَ آتِيكَ كُلَّ يَوْمٍ بِرِزْقِكَ وَ أَنْتَ لاَ تَحْمَدُ،

Setiap hari, Aku mendatangkan rezeki kepadamu, namun engkau tak pernah memuji-Ku,

فَلاَ بِالْقَلِيْلِ تَقْنَعُ،

Engkau tidak pernah merasa puas dengan (rezeki) yang sedikit,

وَ لاَ بِالْكَثِيْرِ تَشْبَعُ،

Dan tidak pernah kenyang dengan (rezeki) yang banyak,

يَا بْنَ آدَمَ! مَا مِنْ يَوْمٍ إِلاَّ وَ يَأْتِيْكَ رِزْقُكَ مِنْ عِنْدِيْ،

Wahai anak-cucu Ādam, setiap hari rezekimu itu datang dari sisi-Ku,

وَ مَا مِنْ لَيْلَةٍ إِلاَّ وَ يَأْتِيْنِي الْمَلاَئِكَةُ مِنْ عِنْدِكَ بِعَمَلٍ قَبِيْحٍ،

Namun, setiap malam Malaikat datang kepada-Ku membawa (catatan) amal burukmu,

تَأْكُلُ رِزْقِيْ وَ تَعْصِيْنِيْ،

Engkau makan rezeki-Ku, namun engkau bermaksiat pada-Ku,

وَ أَنْتَ تَدْعُوْنِيْ فَاَسْتَجِيْبُ لَكَ،

Engkau berdoa memohon pada-Ku, dan Aku pun mengabulkannya,

وَ خَيْرِيْ إِلَيْكَ نَازِلٌ،

Kebaikan-Ku senantiasa turun ke atasmu,

وَ شَرُّكَ إِلَيَّ وَاصِلٌ،

Namun, hanya keburukanmu yang sampai kepada-Ku,

فَنِعْمَ الْمَوْلى أَنَا لَكَ،

Sebaik-baik majikan adalah Aku terhadapmu,

وَ بِئْسَ الْعَبْدُ أَنْتَ لِيْ،

Sedangkan, engkau adalah seburuk-buruk hamba bagi-Ku,

تَسْتَلُّنِيْ مَا أَعْطَيْتُكَ،

Engkau senantiasa menyia-nyiakan segala apa yang Aku berikan,

وَ اَسْتُرُ عَلَيْكَ سَوْءَةً بَعْدَ سَوْءَةٍ فَصِيْحَةٍ،

Padahal, keburukan demi keburukanmu, Aku tutupi,

وَ أَنَا اَسْتَحْيِيْ مِنْكَ وَ أَنْتَ لاَ تَسْتَحِيْ مِنِّيْ،

Aku malu kepadamu, namun sekalipun engkau tidak pernah merasa malu kepada-Ku,

تَنْسَانِيْ وَ تَذْكُرُ غَيْرِيْ،

Engkau selalu melupakan Aku, namun ingat pada selain-Ku.

وَ تَخَافُ النَّاسَ وَ تَأْمَنُ مِنِّيْ،

Engkau takut pada manusia, namun merasa aman terhadap-Ku,

وَ تَخَافُ مَقْتَهُمْ وَ تَأْمَنُ غَضَبِيْ،

Engkau takut akan kemarahan mereka, namun merasa aman terhadap kemurkaan-Ku.

Read More
      edit

Monday, January 25, 2021

Published January 25, 2021 by with 0 comment

Peringatan Ketiga

 

الْمَوْعِظَةُ الثَّالِثَةُ

Peringatan Ketiga

 

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالى:

Allah ta‘ālā berfirman:

يَا بْنَ آدَمَ! اقْنَعْ تَسْتَغْنِ،

“Wahai anak-cucu Ādam! Bersahajalah (yakni senang dengan apa adanya), pasti engkau akan merasa kaya (cukup).

وَ اتْرُكِ الْحَسَدَ تَسْتَرِحْ،

Tinggalkanlah hasad dengki, pasti engkau akan merasakan lapang dada (terhindar dari segala kegelisahan hidup).

وَ اجْتَنِبِ الْحَرَامَ تُخْلِصْ دِيْنَكَ،

Hindarilah perbuatan haram, pasti engkau akan merasakan keikhlasan (dalam menjalankan amalan) keagamaanmu.

وَ مَنْ تَرَكَ الْغِيْبَةَ ظَهَرَتْ لَهُ مَحَبَّتِيْ،

Barangsiapa meninggalkan ghībah (berbicara tentang kejelekan orang lain), jelas ia terasa cinta-Ku atas dirinya.

وَ مَنْ اعْتَزَلَ النَّاسَ سَلِمَ مِنْهُمْ،

Barangsiapa menjauhkan diri dari orang ramai, ia terselamat dari (pengaruh jelek) mereka.

وَ مَنْ قَلَّ كَلاَمُهُ كَمُلَ عَقْلُهُ،

Barangsiapa membatasi dirinya dalam berbicara, sempurnalah akalnya.

وَ مَنْ رَضِيَ بِالْقَلِيْلِ فَقَدْ وَثِقَ بِاللهِ تَعَالى،

Barangsiapa ridhā (senang) dengan sedikit (apa adanya), maka ia penuh percaya kepada Allah ta‘ālā.

يَا بْنَ آدَمَ! أَنْتَ بِمَا تَعْلَمُ لاَ تَعْمَلُ فَكَيْفَ تَطْلُبُ عِلْمَ مَا لاَ تَعْلَمُ؟

Wahai anak-cucu Ādam! Engkau tidak mengamalkan apa yang telah engkau ketahui, maka bagaimana mungkin engkau bisa menuntut ilmu yang belum engkau ketahui?

يَا بْنَ آدَمَ! تَعْمَلُ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ لاَ تَمُوْتُ غَدًا،

Wahai anak-cucu Ādam! Beramallah di dunia seolah-olah engkau tidak akan mati esok.

وَ تَجْمَعُ الْمَالَ كَأَنَّكَ مُخَلَّدٌ أَبَدًا،

Dan kumpulkanlah harta seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya.

يَا دُنْيَا احْرِمِي الْحَرِيْصَ عَلَيْكَ،

Wahai dunia! Tahanlah dirimu (pemberianmu) terhadap orang yang rakus atas dirimu.

وَ ابْتَغِي الزَّاهِدَ فِيْكَ،

Dan carilah orang yang zuhud terhadap dirimu (menghindari dirimu).

وَ كُوْنِيْ حُلْوَةً فِيْ عَيْنِ النَّاظِرِيْنَ،

Dan jadilah kamu manisan bagi mata orang yang memandangmu.

Read More
      edit

Monday, January 18, 2021

Published January 18, 2021 by with 0 comment

Peringatan Kedua


الْمَوْعِظَةُ الثَّانِيَةُ

Peringatan Kedua

 يَقُوْلُ اللهُ تَعَالى:

Allah ta‘ālā berfirman:

شَهِدَتْ نَفْسِيْ أَنْ لاَ إِلهَ إلاَّ أَنَا وَحْدِيْ لاَ شَرِيْكَ لِيْ،

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku Sendiri, Tiada sekutu bagi-Ku.

مُحَمَّدٌ عَبْدِيْ وَ رَسُوْلِيْ،

Dan Muhammad adalah hamba dan Rasūl-Ku.

مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِيْ،

Barangsiapa tidak ridhā dengan qadhā’-Ku,

وَ لَمْ يَصْبِرْ عَلى بَلاَئِيْ،

Tidak bersabar atas segala cobaan-Ku,

وَ لَمْ يَشْكُرْ عَلى نَعْمَائِيْ،

Tidak bersyukur atas segala nikmat-Ku,

وَ لَمْ يَقْنَعْ بِعَطَائِيْ،

Tidak puas (dengan apa adanya) atas segala pemberian-Ku,

فَلْيَعْبُدْ رَبًّا سِوَائِي،

Maka sembahlah tuhan selain-Ku,

وَ مَنْ أَصْبَحَ حَزِيْنًا عَلَى الدُّنْيَا فَكَأَنَّمَا أَصْبَحَ سَاخِطًا عَلَيَّ،

Barangsiapa bersedih hati karena (urusan) dunia, sama saja ia marah kepada-Ku.

وَ مَنِ اشْتَكَى عَلى مُصِيْبَةٍ فَقَدْ شَكَانِيْ،

Barangsiapa mengadukan musibah (yang menimpa dirinya), sungguh ia telah mengadu tentang-Ku.

وَ مَنْ دَخَلَ عَلى غَنِيٍّ فَتَوَاضَعَ لَهُ مِنْ أَجْلِ غِنَائِهِ ذَهَبَ ثُلُثَا دِيْنِهِ،

Barangsiapa menghadap pada orang kaya dengan tawādhu‘ (merendahkan diri) karena kekayaannya, lenyaplah dua pertiga agamanya.

وَ مَنْ لَطَمَ وَجْهَهُ عَلى مَيِّتٍ فَكَأَنَّمَا أَخَذَ رَحْمًا يُقَاتِلُنِيْ بِهِ،

Barangsiapa menampar mukanya atas kematian seseorang, maka ia sama saja dengan mengambil sebuah tombak untuk memerangi-Ku,

وَ مَنْ كَسَرَ عُوْدًا عَلى قَبْرٍ فَكَأَنَّهُ هَدَمَ بَابَ كَعْبَتِيْ بِيَدِهِ،

Barangsiapa mematahkan kayu di atas kubur, maka ia sama saja dengan merobohkan pintu Ka’bah-Ku (dengan tangannya).

وَ مَنْ لَمْ يُبَالِ مِنْ أَيِّ بَابٍ يَأْكُلُ مَا يُبَالِيْ مِنْ أَيِّ بَابٍ يُدْخِلُهُ اللهُ تَعَالى جَهَنَّمَ،

Barangsiapa tidak peduli bagaimana caranya ia mendapatkan makanan, (berarti) ia tidak peduli dari pintu mana Allah akan memasukannya ke dalam neraka Jahanam.

وَ مَنْ لَمْ يَكُنْ فِي الزِّيَادَةِ فِي دِينِهِ فَهُوَ فِي النُّقْصَانِ،

Barangsiapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya, maka ia dalam keadaan berkurang.

وَ مَنْ كَانَ فِي النُّقْصَانِ فَالْمَوْتُ خَيْرٌ لَهُ،

Barangsiapa dalam keadaan berkurang, maka kematian adalah lebih baik baginya.

وَ مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ تَعَالى عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ،

Barangsiapa mengamalkan ilmu yang sudah ia ketahui, maka Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.

وَ مَنْ أَطَالَ أَمَلَهُ لَمْ يَخْلُصْ عَمَلُهُ،

Dan barangsiapa banyak angan-angannya, maka amal perbuatannya akan menjadi tidak ikhlas.

 

Read More
      edit

Friday, January 15, 2021

Published January 15, 2021 by with 0 comment

Peringatan Pertama


الْمَوْعِظَةُ الأُولى

Peringatan Pertama

 

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالى: يَا بْنَ آدَمَ! عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْمَوْتِ كَيْفَ يَفْرَحُ؟

Allah ta‘ālā berfirman: “Wahai anak-cucu Ādam! Aku heran pada orang yang yakin (yaqīn) akan kematiannya, bagaimana bisa ia masih tetap bergembira?

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْحِسَابِ كَيْفَ يَجْمَعُ الْمَالَ؟

Aku heran pada orang yang yakin (yaqīn) akan Ḥisāb (perhitungan setiap amalannya), bagaimana bisa ia masih sibuk mengumpulkan hartanya?

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْقَبْرِ كَيْفَ يَضْحَكُ؟

Aku heran pada orang yang yakin (yaqīn) akan kubur (qubūr), bagaimana bisa ia masih tertawa-tawa?

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ باِلآخِرَةِ كَيْفَ يَسْتَرِيحُ؟

Aku heran pada orang yang yakin (yaqīn) akan ākhirat, bagaimana bisa ia masih istirahat bersantai-santai?

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالدُّنْيَا وَ زَوَالِهَا كَيْفَ يَطْمَئِنُّ إِلَيْهَا؟

Aku heran pada orang yang yakin (yaqīn) akan dunia dan kehancurannya, bagaimana bisa ia masih senang padanya?

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ هُوَ عَالِمٌ بِاللِّسَانِ جَاهِلٌ بِالْقَلْبِ،

Aku heran pada orang yang ‘ālim dengan lidahnya, (padahal) jāhil qalbunya.

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ يَطْهُرُ بِالْمَاءِ وَهُوَ غَيْرُ طَاهِرٍ بِالْقَلْبِ،

Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, padahal qalbunya tidak bersih.

وَ عَجِبْتُ لِمَنْ يَشْتَغِلُ بِعُيُوبِ النَّاسِ وَهُوَ غَافِلٌ عَنْ عُيُوبِ نَفْسِهِ،

Aku heran pada orang yang sibuk dengan kekurangan orang lain, padahal ia lalai akan kekurangan dirinya sendiri.

أَوْ لِمَنْ يَعْلَمُ أَنَّ اللهَ تَعَالى مُطَّلِعٌ عَلَيْهِ كَيْفَ يَعْصِيهِ؟

Atau (Aku heran) pada orang yang mengetahui bahwa Allah senantiasa mengawasinya, bagaimana bisa ia terus berbuat durjana terhadap-Nya?

أَوْ لِمَنْ يَعْلَمُ أَنَّهُ يَمُوتُ وَحْدَهُ وَ يَدْخُلُ الْقَبْرَ وَحْدَهُ وَ يُحَاسَبُ وَحْدَهُ كَيْفَ يَسْتَأْنِسُ بِالنَّاسِ،

Atau (Aku heran) pada orang yang mengetahui bahwa ia akan mati sendirian, akan masuk ke qubur sendirian, amalannya akan dihitung sendirian, bagaimana bisa ia berakraban dengan orang lain?

لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنَا حَقًّا وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدِي وَ رَسُولِي،

Tiada Tuhan melainkan Aku, sebenar-benarnya dan bahwa Muḥammad adalah hamba-Ku dan Rasūl-Ku.

Read More
      edit